Yogyakarta–Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) mendorong lahirnya inovator muda di bidang energi terbarukan melalui Webinar Nasional Mahasiswa PKR Biofuel Nyamplung 2026 yang mengangkat tema "Krisis Energi Global: Peluang Biofuel Indonesia dan Potensi Nyamplung sebagai Feedstock Masa Depan". Kegiatan yang diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia ini menjadi wadah untuk memperkuat pemahaman generasi muda mengenai pengembangan biofuel berbasis sumber daya hayati lokal.
Koordinator Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Biofuel Nyamplung BRIN-UGM, Wega Trisunaryanti, mengatakan bahwa pengembangan energi terbarukan merupakan kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya tantangan ketahanan energi global.
"Ketergantungan terhadap energi fosil tidak dapat berlangsung selamanya. Pengembangan energi baru terbarukan yang berasal dari potensi alam Indonesia, khususnya tanaman nyamplung, diharapkan menjadi salah satu solusi bagi ketahanan energi nasional," ujar Wega saat membuka webinar, Selasa (21/7). Ia menambahkan, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai generasi penerus dalam melanjutkan riset dan inovasi biofuel agar Indonesia mampu mewujudkan kemandirian energi di masa depan.
Sementara itu, Kepala Pusat Studi Energi UGM, Sarjiya, menjelaskan bahwa dinamika geopolitik dunia telah memberikan dampak signifikan terhadap ketahanan energi, terutama bagi negara yang masih bergantung pada impor bahan bakar fosil. Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat kedaulatan energi melalui pemanfaatan sumber energi terbarukan berbasis potensi lokal.
"Bioenergi tidak hanya mendukung pengurangan emisi karbon, tetapi juga membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga transisi energi dapat berlangsung secara adil dan berkelanjutan," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Budi Leksono, memaparkan hasil riset pengembangan nyamplung (Calophyllum inophyllum) yang telah dilakukan selama hampir 18 tahun. Menurutnya, tanaman asli Indonesia yang tersebar dari Sumatra hingga Papua tersebut memiliki sejumlah keunggulan sebagai bahan baku biofuel.
"Nyamplung merupakan tanaman non-pangan sehingga tidak bersaing dengan kebutuhan pangan masyarakat. Tanaman ini mampu tumbuh di lahan kritis maupun pesisir, berumur panjang, serta memiliki kandungan minyak yang tinggi," ungkap Budi.
Ia menjelaskan, rendemen minyak nyamplung di alam dapat mencapai lebih dari 50% dan masih berpotensi ditingkatkan melalui program pemuliaan dan budidaya intensif. Selain menghasilkan biodiesel, minyak nyamplung juga berpeluang dikembangkan menjadi bioavtur (Sustainable Aviation Fuel/SAF) dan biogasolin.
Menurut Budi, pemanfaatan nyamplung tidak hanya mendukung kemandirian energi, tetapi juga memberikan manfaat lingkungan melalui rehabilitasi lahan kritis dan penurunan emisi karbon.
Selain menghasilkan bahan bakar nabati, kata Budi, limbah pengolahan nyamplung juga dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti biochar, kompos, pakan ternak, hingga kosmetik berbasis minyak tamanu, sehingga mendukung penerapan ekonomi sirkular.
Dalam sesi diskusi, menanggapi kekhawatiran mengenai potensi alih fungsi lahan dalam pengembangan biofuel, Sarjiya menegaskan bahwa pengembangan biofuel harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan lahan terdegradasi atau lahan kritis, tanpa mengorbankan kawasan hutan produktif.
Melalui kolaborasi riset BRIN dan UGM, pengembangan biofuel berbasis nyamplung diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target Net Zero Emission Indonesia 2060.
Menutup kegiatan tersebut, Wega berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mengembangkan riset biofuel berbasis sumber daya hayati Indonesia. "Kami berharap mahasiswa dapat menjadi penerus estafet riset dan inovasi biofuel sehingga cita-cita mewujudkan Indonesia yang mandiri energi dan berkelanjutan dapat tercapai," pungkasnya. (frw/ed:ugi)
Sumber: https://www.brin.go.id/news/129500/brin-dan-ugm-siapkan-generasi-muda-kembangkan-biofuel-nyamplung-untuk-ketahanan-energi-nasional
https://energika.id/detail/92480/potensi-nyamplung-jadi-biofuel-brin-dan-ugm-edukasi-generasi-muda

